INTROPKESI DIRI
SUDAHKAH
SAYA DISIPLIN ?
Saat
aku mendengar kata disiplin, aku langsung teringat tentang rasa taat, patuh
dan tanggung jawab. Disiplin juga akan membuat seseorang menjadi berkualitas.
Namun, pelaksanaan disiplin harus dilakukan secara tertib sehingga akan
memiliki manajemen waktu dan kepercayaan yang lebih baik.
Di tulisan kali ini
ingin jujur pada diri ku sendiri. Menurut ku, aku adalah orang yang
termasuk perfektionis. Untuk melakukan sesuatu, aku selalu mempertimbangkan
dan memiliki jadwal kapan untuk melakukannya. Tapi , apakah pefektionis sudah
membuat ku disiplin ?. kurasa itu belumlah cukup. Jadi, aku akan membahas
dari tiga hal kedisiplinan ku yaitu, di kuliah (krn skrg sudah kuliah), di
temapat kerja, dan di jalan.
Mulai
dari pertama yaitu disiplin saat di kuliah. Banyak peraturan yang harus aku taati saat di sekitar kampus maupun di dalam kelas. Saat masuk di depan gerbang
kampus tertulis “kawasan bebas kaos dan sandal jepit”. Bisa dikatakan kalo
harus menggunakan pakaian sopan dan rapi. Sedangkan di dalam kelas, pak dekan
melarang wanita untuk menggunakan sepatu sandal,celana ketat,memainkan hp saat
pelajaran berlangsung, dan datang 15 menit sebelum jam pelajaran dimulai, dan
menggunakan baju berkerah. Dalam hal tersebut ada dua hal yang kurang aku taati yaitu, memainkan hp saat jam pelajaran dan datang 15 menit saat
pelajaran.
Yang kedua
yaitu di tempat kerja. Meskipun aku bekerja hanya dalam waktu tiga bulan, tapi
itu sudah dikatakan bekerja. Aku pernah bekerja di salah satu mall yang ada di
Kediri. Saat itu aku bekerja sebagai SPG. Peraturan saat aku bekerja yaitu
harus menggunakan make up natural, datang sebelum jam tujuh pagi, tidak boleh
memainkan hp, memakai sepatu hak tinggi, dan setiap ada pembeli harus ditawari produk
yang dijualkan. Mungkin saya bisa mengatakan bahwa dalam lingkup bekerja saya
termasuk orang yang disiplin. karena aku telah melakukan apa yang diinginkan
oleh atasan.
Dan yang
terakhir yaitu di jalan. Maksud dijalan ini adalah menaati rambu-rambu lalu
lintas sebagai pengemudi. Seperti banyak yang kita tahu, lampu merah itu
berhenti, lampu kuning hati-hati, dan lampu hijau itu jalan terus. Tapi tidak
hanya itu saja, masih banyak rambu-rambu yang lain. Sebagai pengemudi yang baik
kita harus selalu membawa STNK, SIM dan mengenakan helm saat mengendarai motor. walaupun
aku pernah ketilang dua kali, bukan berarti aku tidak menaati peraturan
sebagai pengemudi. Jujur saat ketilang pertama saya berhenti di jalan ‘belok
kiri jalan terus’. Sebenarnya banyak pengemudi saat itu berhenti disana, tapi
entah kenapa hanya aku saja yang saat itu diberhentikan sama pak polisi. Dan yang kedua
saataku di Jogja, ada jalan yang tidak boleh dilewati tapi juga banyak yang
melewatinya. Saya kaget saat itu karena seperti sebelumnya hanya aku yang
diberhentikan. Ternyata salah ku adalah aku tidak mematikan mesin motor,
sedangkan yang lainnya mematikannya. Karena ketidaktahuan itulah yang membuat
ku sekarang enjadi orang lebih tahu. Saat itu aku sudah sangat berhati-hati dan
lebih memperhatikan rambu-rambu yang ada dijalan.
Aku juga
sangat menghargai waktu karena aku tidak mau membuang waktu saya secara
percuma. Tentang tanggung jawab, aku selalu berusaha melakukan tanggung jawab
ku sesuai prosedur yang ada. Dan soal kepercayaan, bukan karena aku orang
yang sombong, tapi banyak teman ku yang sering memberi kepercayaannya kepada
aku. Contohnya seperti menitipkan uangnya dan menjaga rahasia.
Dari hal itu, mungkin
aku bisa merasa kalau aku adalah orang yang sedikit disiplin. Tapi aku juga
tak tau pendapat orang lain ke saya seperti apa. Karena yang bisa menilai diri
sendiri itu bukan kita melainkan orang lain.
Jadi seperti
itulah intropeksi diri ku mengenai kedisiplinan. Sebenarnya aku juga belum
puas dengan apa yang aku tulis kali ini, karena aku belum menanyakan kepada
orang lain tentang kedisiplinan ku. Mungkin untuk tulisan selanjutnya, aku akan menanyakan kedisiplinan ku kepada orang lain.
Terimakasih
telah membaca tulisan ku kali ini. Semua yang aku tulis diatas hanyalah
pendapat dari diriku sendiri. Jika ada salah kata atau hal yang mungkin kurang
mengenakkan. Saya minta maaf dan tolong beri aku komentar untuk mengembangkan
tulisan ku selanjutnya. Terimakasih.
Comments
Post a Comment