Posts

Showing posts from August, 2019

SENJA BERSMAMU

Merah merekah bersinar saat itu Masih ku ingat sumrigah tawamu Angin berbisik menyambut kalbu Senja menampakkan kebahagiaan Melupakan derai tangis kesedihan Kasihmu yang selalu membuatku nyaman Hadirmu bagaikan bak seorang pahlawan Tubuhku selalu hangat dalam pelukan Terlalu cepat senja pergi Meninggalkan bekas menguasai hati Tapi satu yang tak akan terganti Cinta kita akan selalu abadi Perlahan …. Matahari meredup tergantikan oleh sinar rembulan Bintang bertebaran membawa kenangan Namun cintamu akan selalu terjaga aman

BUTIRAN RINDU

Telah ku bisikkan namamu dalam hembusnya angin Berharap rintik hujan memberitahumu Mungkin kau tak mendengar isi hatiku Namun aku yakin sang bulan menemani tidurmu Pada pekat kabut ku gambarkan senyummu Barangkali bisa mengobati rasa rinduku Inginku tempatkan mataku di satu matamu Agar aku selalu bisa menjagamu Kaki ini ingin selalu mengikuti jejak bayangmu Tapi jantung ini tak ingin berhenti berdebar saat di dekatmu Aku tahu bahwa indahnya senja selalu mempesona Kuhampiri rona biasnya Namun apa daya selalu saja aku berbalik arah kepadamu Kau tau kasih ? Hatiku selalu memanggil namamu Walau aku tahu kau sudah berada di sisi TuhanMu

PEJUANG MASA DEPAN

Melangkah melawan tajamnya duri Darah terasa semangat yang membara Tak memperdulikan kaki terbuka menahan sakit Tubuh ringkih namun masih mampuh merangkak Rasa lapar kian memggerogoti tubuh ini Setetes keringat kutinggalkan sebagai tanda Terhanyut dalam luka yang lara Tak kuasa menahan derai cobaan             Semua pasti sanggup aku lakukan             Karena doa ibu selalu terucapkan             Kebahagiaan akan datang perlahan             Dan untuk masa depan sambutlah aku sebagai sang pemenang

Seorang yang ditinggalkan

Namamu adalah seseorang yang selalu aku diskusikan dengan tuhan. Sebelum aku tahu bahwa kau tak akan bisa menjadi milikku. Tak usah merasa bersalah jika kau tak mengharapkanku. Aku tak akan memaksamu jika kau memamng tak mau. Buat apa ada cinta jika hanya aku yang merasa. Seserorang yang telah kamu pilih , aku harap bisa membuatmu bahagia lebih dari apa yang aku berikan untukmu. Ketika genggaman eratmu tak lagi melingkar dijariku akan ada hal yang berbeda dalam hidupmu. Senyuman manisku tak akan kuberikan lagi untukmu.   KITA. Hanyalah kenangan yang harus segera dilupakan, mungkin bukan dilupakan lebih tepatnya. Hanya saja digantikan oleh kenangan yang lebih baru. Biarkan waktu yang akan melenyapkan kenangan itu, kau tak ush repot-repot untuk buru-buru melupakannya. Karena ketika ada dia disampingmu kau akan mudah melupakanku. Sedangkan aku, aku harus melangkah perih di atas tajamnya duri kebahagiaanmu saat bersandung dengannya. Ingat satu hal saat aku benar-benar taka ...