perjalanan persahabatan


Apa yang lebih indah dari persahabatan ?

Tak ada yang lebih indah daripada eratnya sebuah persahabatan. Hasan,Rama,Maul,Odan dan Fia, mereka semualah sahabatku. Kita berteman sejak masih duduk dibangku SMP. Sudah hampir delapan tahun kita menjalin hubungan persahabatan. Dan kini kita sudah duduk di bangku kuliah di tempat dan jurusan yang berbeda.
Masih ku ingat dipertengahan tahun 2017 sahabat terdekatku mengalami kecelakaan diselah saat lomba sepak bola. Dia adalah Hasan. Mendengar berita itu aku kaget dan cemas. Langsung saja aku menghubungi Odan yang satu sekolah dengan Hasan. Jawaban Odan semakin membuatku cemas karena Hasan harus melakukan operasi. Ku ajak Odan untuk menemaniku pergi kesana. Dan dia membuatku kesal lagi karena dia harus pergi ke rumah neneknya yang sakit. Aku tak tau siapa yang harus kuhubungi lagi. Fia sedang berada di Jogja, Maul sedang melakukan tes CPNS. Aku ingin menghubungi Rama tapi aku tahu bahwa dia jarang sekali mau pergi. Tapi bisa tidak bisa aku paksa Rama untuk menemaniku pergi ke RS. Rama pun dengan berat hati mau menemaniku.
Habis isya aku dan Rama akan pergi ke RS dimana Hasan dirawat. Aku menunggu Rama didepan gang rumahku. 10 menit, 20 menit aku tunggu Rama datang. Aku coba telpon,sms,wa, namun tak ada jawaban. Dan tepat pukul delapan malam dia baru nampak di seberang jalan. Pelan-pelan Rama menghampiriku. Dengan wajah yang kusam dan badan yang gemetar, dia menjelaskan alasannya terlambat karena dia baru saja mengalmai kecelakaan. Aku bingung apa yang harus kulakukan. Tapi dengan cepat aku langsung berlari mengambil obat merah,kapas dan air putih. Aku coba tenangkan Rama dengan minum air putih sambil aku memberi obat merah dilukanya. Beberapa saat kemudian Rama tak sadarkan diri lalu kejang-kejang dan mengeluarkan busa dimulutnya. Sungguh itu membuatku semakin panik. Aku teriak-teriak minta tolong dan berharap seseorang menolongku. Satu demi satu banyak warga menghampiri dan membantuku membawa Rama ke RS terdekaku dngan menggunakan becak tetanggaku. Sesampai di RS para dokter dan asistennya tidak cepat tanggap dan membuatku emosi dan teriak. Dan akhirnya dokter dan asistennya bergegas membawa Rama ke ruang pasien. Aku menangis dan langsung menelpon keluarga Rama. Tak lupa aku menghubungi Maul karena aku tau jam seginunpasti Maul sudah dirumah dan memintanya datang ke RS. Sambil menunggu Maul dan keluarga Rama datang aku menunngu didepan ruangan sambil berdoa berharap tidak terjadi apa-apa. Setelah setengah jam pun akhirnya mereka datang. Kondisi Rama lumayan kritis karena dia mengalami gagar otak ringan dan harus dirawat di RS. Aku menyalahkan diriku sendiri karena akulah penyebab Rama masuk RS. Namun Maul menenagkanku. Ibu si Rama menyuruh aku dan Maul pulang karena memang sudah malam. Disaat aku jalan menuju parkiran motor aku bertemu dengan Odan. Bukannya bertanya mengapa dia ada di RS, aku malah marah-marah karena dia tidak bisa menemaniku untuk menjenguk Hasan dan membuat Rama masuk RS. Odan hanya tersenyum dan minta maaf. Untung ada Maul yang meminta aku untuk tenang dan pulang untuk istirahat.
Pagi sebelum subuh aku mendapat sms dari Fia bahwa dia sudah berada dirumah. Fia mengajakku menjenguk Hasan dan Rama jam tujuh pagi. Adzan subuh berkumandang, aku bergegas mengambil wudhu dan sholat subuh. Setelah shalat subuh, aku berdoa kepada ALLAH SWT memohon agar kedua sahabatku baik-baik saja. Tepat jam tujuh Fia sudah di depan rumah ku, tak lama kemudian aku dan Fia pergi ke RS dimana Hasan dirawat terlebih dahulu, sesampai aku tiba di kamar Hasan, ternyata sudah ada Odan sama Maul. Kita pun berbincang-bicang disana. Tak lama kemudian aku mengajak sahabat-sahabatku pergi untuk menjeguk Rama. Baru saja beberapa langkah Odan terjatuh sambil memegang dada kirinya dengan merasakan rasa sakit yang amat sangat. Maul langsung berlali mencari dokter sedangkan aku dan Fia disamping Odan. Para suster datang dan langsung mengangkat Odan berlari ke ruang UGD. Sungguh perasaanku sangatklah kacau balau. Aku menangis tiada henti melihat ketiga sahabatku dirawat di rumah sakit. Maul langsung menelpon Ibu Odan untuk memintanya datang. Selang beberapa menit ibu Odan datang dan langsung bertanya “apakah jantung Odan kambuh lagi ?’ aku hanya terdiam dan bingung sendiri. Tapi anehnya Maul langsung menjawab “sepertinya begitu bu, saya melihat Odan menahan sakitnya”. Ibu Odan langsung menangis, aku dan Fia memeluk ibu Odan dan mencoba menenangkannya walaupun hatiku juga sangat hancur. Setelah ibu Odan tenang, tiba-tiba ayah Odan datang. Aku, Fia dan Maul pamit pulang untuk menjenguk Rama. Ada kabar gembira yang aku dapat dari sana, Rama sudah lebih baik,dua hari lagi dia boleh pulang. Aku sangat senang dan masih ada perasaan sedih karena sahabaku masih ada yang dirawat.
Setelah Rama diperbolehkan pulang, keesokan harinya Hasanpun boleh pulang juga dengan membawa togkat untuk menyangga kakinya yang tidak memungkinkan untuk berjalan. Hanya tinggal Odanlah yang masih dirawat di Rumah sakit. Aku sangat kecewa dengan diriku sendiri yang menyadari selama 8 tahun bersahabat dan baru hari ini mengetahui Odan mengidap gagal Jantung. Maul yang lebih tahu tentang berita ini namun dia hanya bungkam karena tak mau kita semua sedih. Lagi-lagi Fia pergi ke Jogja dan tidak memberi alasan untuk apa dia pergi kesana.
10 hari sudah Odan dirawat di rumah sakit. Aku tak tau doa macam apa yang harus aku panjatkan untuk meminta kesembuhan Odan. Tak ada hari yang aku lewatkan untuk tidak menjenguk Odan. Aku mengecek poselku dan ada sms dari Fia yang meminta kita datang di taman dekat rumahnya besok. Aku, Maul,Hasan,Rama langsung pergi untuk menemui Fia. Aku melihat dari kejauhan Fia sedang menangis. Aku langsung berlari dan memeluk Fia. Entah apa yang membuat Fia menangis sekeras ini. Selama ini yang aku tahu Fia tak pernah menangis. Maul, Rama,Hasan juga kebingungan. Saat Fia berhenti menangis Fia bercerita bahawa orangtuanya bercerai dan alasan dia pergi ke jogja adalah untuk menemui neneknya karena tidak betah dirumah melihat orangtuanya bertengkar setiap hari. Aku bingung apa yang harus aku perbuat untuk Fia. Tak ku sangka Rama memberikan setangkai mawar, Hasan memberi boneka dan Maul memberikan candaan yang biasa dia perbuat untuk membuat orang disekelilingnya tertawa. Fia mulai tersenyum dan tertawa.
Hari jumat ini sudah dua minggu Odan dirawat dirumah sakit dan belum juga sadar. Dering telpon ku tiba-tiba berbunyi karena ada panggilan dari Rama. Hp ku terjatuh mendengar Odan mau di operasi. Aku menuju di rumah sakit dan sesampainya sudah ada sahabat-sahabatku yang lain kecuali Maul. Aku melihat orangtua Odan menangis dan disampingnya ada nenek Maul. aku kebingungan mengapa ada nenek Maul disini. Aku bertanya ke Fia ada apa semua ini. Lemas dan langsung terjatuh aku mendengar Maul memberikan jantungnya untuk Odan. Aku langsung pergi sambil mendengar semua ini. Aku merasa buruk menjadi seorang sahabat. Aku tidak siap kehilangan Maul. Aku merasakan semua ini adalah mimpi terburuk dihidupku.

                                                                                                                   

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

the benefits of avocados for the face

the benefits of rose water for the face

the benefits of ice cubes for the face