mencoba keluar dari zona nyaman

Tau gak apa aja yang kalian dapat saat pergi ?
 Terkadang mereka yang berpergian hanyalah orang-orang yang ingin pergi dan pasti mempunyai tujuan. Di zaman yang praktis ini begitu banyak akses untuk menemukan hal-hal yang pasti tidak kita sangka. Sebagai seorang prefectionis, saya salah satu contoh orang berpergian yang memiliki tujuan atau mau kemana aku harus pergi.
Dan sekarang aku lagi ada di Jogja. Dari Kediri aku berangkat sendiri dengan transportasi kereta api. Di pikiran ku, aku akan liburan dengan menikmati wisata alam yang terdapat disini. Namun, semua salah. Semua rencana yang aku susun, hanya ada satu yang terlaksana. Dan paling parahnya ekspetasi ku tentang Jogja itu salah kaprah. Sungguh beda banget kehidupan di jogja asli dengan yang di tv ataupun Instagram.
di hari pertama aku sudah kesal karena salah alamat mulu saat mau ke kosnya teman ku sampai harus naik gojek 3x, hari kedua aku dimarah in oleh ibu2 penjual aksesoris dengan emosi di jalan malioboro, di hari ketiga aku sebal sama teman ku karena tidak mau mengajakku jalan2 hanya di antar ke satu wisata saja yaitu tebing breksi, hari terakhir aku nekad pergi ke Malioboro sendirian naik motor tapi malah kena tilang karena aku gak tau rambu2 lalu lintas dan terpaksa aku harus membayar 100rb padal itu uang untuk oleh2 keluargaku yg ada di Kediri. Sungguh sebal karena polisnya juga mengataiku aku itu cewek brengsek yg mencoba kabur dari tilangan. Dengan terpaksa aku mengambil tabungan nikahku untuk beli oleh-oleh :D
Mungkin aku adalah satu dari banyak orang yaang pernah berpikir seperti ini.
Jogja memang indah. Tapi menurutku kurang cocok untuk dijadikan tempat untuk berlibur, karena di satu wisata ke wisata lain membutuhkan waktu yang sangat lama karena memiliki lokasi yang lumayan jauh. Hanya di Malioboro atau di titik nol lah yang paling mudah untuk dikunjungi. Namun untuk ke Malioboro pun membutuhkan perjuangan,karena jalanan yang sangat ramai dan macet.
Dua tahun lalu atau tiga tahun yang lalu, aku benar-benar ingin pergi ke Jogja karena teman-teman ku bilang bahwa seru kalau liburan ke Jogja. Dan baru dikesempatan ini aku bisa melakukannya. Banyak orang bilang kalau aku wanita pemberani karena aku berangkat sendiri dari Kediri. Namun menutyku pemberani tidak hanya diukur seperti itu. Dan ini adalah hari terakhir ku di jogja. Tak ku sangka aku menemukan hal baru yang dimana aku belajar menjadi seorang yang sangat beruntung. Alhamdullilah aku bisa memgkit lomba esai di UII, walaupun tak menang yang penting dapat pengalaman.  Aku sudah di stasiun sejak pukul 00.31 dan sekarang jam 2.41 aku sedang menunggu kereta ku tiba. Mungkin ini satu petualangan ku pergi ke kota lain sendiri. Aku harap aku bisa mengunjungi kota lainnya lagi. Dan semoga bisa menginjakkan kaki di kota negara lain. Aamiin.

Tulisan ku pada tanggal 16 September 2018 di stasiun Lempuyangan Jogja.

Comments

  1. Pas baca jni aku jd penasaran gt experience jalan2 sendiri tuh gmn walaupun udh sering kemana2 sendiri tp tetep aja penasaran*ehjdcurhat😁 pokonya semangat terus nulisnya yaa, semoga makin bagus dan meningkat nulisnya. Semoga jg saran aku bermanfaat. FIGHTING KAK SARI!!!

    ReplyDelete
  2. Ceritanya sangat bagus, tapi tadi sempet bingung ada yang salah ketik kata katanya hahaha😂. Overall very nice 👍👍. Semangat terus kak Sari😄 keep FIGHTING💪.

    ReplyDelete
  3. Terimakasih terlah berkunjung dan sarannya guys 😂😍

    ReplyDelete
  4. nanti jalan jalannya sama yg halal pasti indaah *eh. tetep semangaaat saari semoga bisa "dolan" ke semua tempat di Indonesia

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

the benefits of avocados for the face

the benefits of rose water for the face

the benefits of ice cubes for the face